Agar Ingat Sesama dan Ingat Alam di Raja Ampat

Budaya dan alam tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Tanah Papua. Untuk menanamkan keduanya sebagai identitas masyarakat, digelarlah festival budaya di Salafen, sebuah kampung di pesisir Distrik Misool Utara, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, pada akhir Juni 2022.

Festival budaya pertama di Misool Utara ini diikuti lima kampung. Kelima kampung itu adalah Salafen, Aduwei, Waigama, Solal, dan Atkari. Warga dari kelima kampung itu termasuk suku Matbat, salah satu subsuku dari suku Maya. Karena berasal dari suku yang sama, hubungan antarkampung pun dekat. Warga antarkampung bahkan ada yang bersaudara.

Persaudaraan ini dipupuk kembali melalui lomba persahabatan antarkampung. Lombanya tidak jauh-jauh dari keterampilan warga, seperti lomba mendayung, memanah, menghias kapal, dan tarik tambang. Ada pula lomba menari tarian tradisional dan cipta lagu dengan bahasa adat.

 

Festival budaya ini disambut antusias oleh warga. Semuanya ikut berpartisipasi pada sebagian besar lomba, baik anak muda, ibu-ibu, maupun bapak-bapak. Semua peserta tak segan menunjukkan kebolehannya atas nama kampung.

Warga Kampung Aduwei bisa dibilang yang paling semangat. Beberapa hari sebelum festival, warga Aduwei tiba di Salafen dengan menggunakan lebih dari lima perahu motor. Salah satu perahu digunakan untuk menarik perahu kajang, perahu tradisional yang mereka gunakan untuk lomba mendayung. Mereka menempuh perjalanan sekitar satu jam.

Saking semangatnya berpartisipasi, Aduwei berhasil masuk tiga besar pada hampir semua lomba. ”Kerepotan” mereka untuk mengikuti festival budaya pun terbayarkan. Selain menang, mereka pun senang.