Batu Sandungan Penanganan Kebakaran di Jakarta

Tidak meratanya keberadaan pos pemadam kebakaran (damkar) memperparah penanganan kebakaran di DKI Jakarta. Kondisi diperburuk dengan akses sumber air yang kurang baik dan keterbatasan personel damkar. Partisipasi masyarakat dapat meringankan masalah ini.

Kebakaran di ujung Jalan Rawa Kuning memecah ketenangan warga yang tertidur lelap. Mereka langsung berlarian keluar rumah dan mencari sumber api. Termasuk Munawaroh, Ketua PKK RW 005 yang tinggal 200 meter dari lokasi kebakaran.

”Saya ingat banget waktu itu malam minggu. Dapat telepon dari suami yang sedang ronda di pos RW. Saya langsung keluar rumah. Salah satu yang terbakar rumah sepupu saya,” cerita Munawaroh mengenang kejadian kebakaran pada Juni 2020 lalu.

Saat Munawaroh tiba di lokasi, api sudah membesar. Kebakaran melahap tiga unit rumah tinggal serta tiga bangunan kontrakan di RT 003/RW 005, Kelurahan Ujung Menteng, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Total, ada 27 orang yang menghuni bangunan-bangunan yang terbakar tersebut.

Data Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mencatat, butuh satu jam untuk memadamkan kebakaran tersebut yang melibatkan 11 unit armada pemadam kebakaran.

kompas/agus susanto
Kebakaran di Kelurahan Ujung Menteng juga pernah terjadi tahun 2012 yang melanda Pasar Ujung Menteng di Jalan Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (3/3/2012). Kebakaran diduga akibat korsleting listrik.

Menurut Munawaroh, awalnya kebakaran ditangani oleh Pos Damkar Harapan Indah, Kota Bekasi, yang jaraknya hanya 3,7 km dari lokasi kejadian. Hal ini dibenarkan Ketua RW 005 Sarwono.

”Saya yang menelepon Pos Damkar Harapan Indah. Saya punya nomornya karena dulu pos itu pernah menangani kebakaran di kantor saya,” sebut Sarwono.

Mengapa kebakaran yang terjadi di Kelurahan Ujung Menteng di Jakarta Timur justru ditangani Pos Damkar Harapan Indah di Kota Bekasi? Rupanya, ada masalah dengan sebaran pos pemadam kebakaran (damkar) di DKI Jakarta.