Menyelamatkan Si Pemalu yang Terancam Punah

Penyelamatan badak sumatera dari ancaman kepunahan harus terus dilakukan. Suaka Rhino Sumatera di Lampung menjadi ujung tombak upaya peningkatan populasi hewan penyendiri ini.

Populasi badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) diprediksi kurang dari 100 ekor di Tanah Air. Upaya pembiakan satwa langka itu berkejaran dengan laju kepunahannya.

Perkembangbiakan badak sumatera tidak mudah. Siklus melahirkan badak sumatera tergolong panjang, yakni 3-5 tahun, selain tidak mudah untuk mengawinkan badak jantan dan betina. Badak adalah hewan yang pemalu dan penyendiri.

Suaka Rhino Sumatera atau Sumatran Rhino Sanctuary (SRS) menjadi upaya untuk mengembangbiakkan sekaligus menyelamatkan badak sumatera dari kepunahan. Hewan ikonik Indonesia ini diharapkan dapat bertambah 10 persen.

SRS yang boleh dibilang sebagai benteng terakhir penyelamatan badak sumatera ini, terletak di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, Lampung. Dengan luasan 100 hektar, tempat ini menjadi satu-satunya tempat pengembangbiakan atau penangkaran badak sumatera di Tanah Air.

Kompas/Ichwan Susanto
Induk betina badak sumatera bernama Ratu, Senin (25/6/2012), menikmati ciuman bayinya, Andatu, yang dilahirkan Sabtu 23 Juni 2012 pukul 00.45 WIB di penangkaran semialami, di Suaka Rhino Sumatera, Lampung.
START: PAYWALL
END: PAYWALL

Kerabat Kerja

Penulis : Vina Oktavia | Fotografer: Ichwan Susanto, Vina Oktavia, Helena Nababan | Pengolah foto: Toto Sihono | Penyelaras bahasa: Apolonius Lase | Infografik: Ismawadi | Produser: Prasetyo Eko P, Sri Rejeki | Desainer & Pengembang: Ria Chandra, Rino Dwi Cahyo, Frans Yakobus Suryapradipta, Yosef Yudha Wijaya

Suka dengan tulisan yang Anda baca?

Nikmati tulisan lainnya dalam rubrik Tutur Visual di bawah ini.