Pendaratan di Bulan dan Perlombaan Eksplorasi Angkasa Luar

Momen pertama kali manusia berhasil mendarat di Bulan menjadi tonggak penting kemajuan teknologi antariksa. Hari bersejarah yang jatuh tanggal 20 Juli 1969 waktu Bumi itu tercipta, antara lain, berkat persaingan (space race) antara dua negara adidaya saat itu, Uni Soviet dan Amerika Serikat.

Kini, era space race telah berubah bentuk menjadi kolaborasi membuat stasiun angkasa luar (ISS) demi tetap menghidupkan mimpi manusia menjelajah angkasa luar bahkan planet lain.

Persaingan Soviet dan AS harus diakui menjadi bahan bakar paling kencang yang mendorong manusia mencapai ambisinya mencapai Bulan. Persaingan untuk menguasai teknologi paling modern, termasuk inovasi di bidang antariksa, tak lepas dari pengaruh dinamika politik saat itu dalam memperebutkan pengaruh di dunia internasional.

BUZZ ALDRIN/ NASA VIA AP
Sepatu dan tapak kaki Buzz Aldrin saat uji tanah di bulan saat aktivitas kendaraan Apollo 11 pada 20 Juli 1969.

Perlombaan eksplorasi angkasa luar atau space race berawal dari keberhasilan Uni Soviet meluncurkan satelit Sputnik pada 4 Oktober 1957. Terobosan pemerintahan Soviet yang dipimpin Nikita Khrushchev (1953-1964) itu menggemparkan dunia.

Peristiwa ini menjadi titik awal inovasi peradaban manusia mengeksplorasi kehidupan angkasa luar. Tidak mengherankan jika capaian besar itu membuat Khrushchev dinobatkan oleh majalah Time sebagai TIME’s Man of the Year pada 1958. Time menulis, ”Dengan Sputnik, Soviet membawa manusia pada era baru angkasa luar.”

Keberhasilan Sputnik mengangkasa membuat AS bereaksi dengan mendirikan  Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pada pertengahan 1958.

ap photo/novosti
Foto peluncuran satelit Soviet, Sputnik 1, yang diambil dari film dokumenter Rusia yang dirilis 27 Desember 1967 oleh kantor berita Rusia Novosti. Lima puluh tahun lalu, perlombaaan angkasa luar dimulai dengan diluncurkannya Sputnik, satelit pertama buatan manusia ke orbit, pada 4 Oktober 1957.

Langkah strategis ini diambil berdasarkan informasi yang diperoleh dari satelit pengintai rahasia bernama Corona yang dioperasikan oleh CIA sejak 1960. Dari Corona, diperoleh foto-foto Soviet tengah membangun fasilitas wahana antariksa secara besar-besaran.

Kerabat Kerja

Penulis: Yohanes Advent Krisdamarjati (Litbang Kompas) | Infografik: Tiurma Clara Jessica, Ningsiawati, Arie Nugroho | Ilustrasi kover: Arie Nugroho | Olah foto: Arjendro Darpito | Penyelaras bahasa: Yuliana Karim | Produser: Sri Rejeki | Desainer & Pengembang: Ria Chandra, Rino Dwi Cahyo, Frans Yakobus Suryapradipta, Yosef Yudha Wijaya, Deny Ramanda

Suka dengan tulisan yang Anda baca?

Nikmati tulisan lainnya dalam rubrik Tutur Visual di bawah ini.