Piala Dunia Ke-22 di Tahun 2022

Pergelaran Final Piala Dunia ini merupakan yang kedua di Benua Asia dan merupakan yang pertama bagi Qatar.

Piala Dunia Qatar 2022 merupakan penyelenggaraan Final Piala Dunia yang ke-22. Pergelaran Final Piala Dunia ini merupakan yang kedua di Benua Asia dan merupakan yang pertama bagi Qatar. Final Piala Dunia biasanya digelar pada liburan musim panas, tetapi tahun ini dilaksanakan pada Bulan November-Desember untuk menghindari cuaca panas di negara gurun tersebut. Pergelaran kali ini juga merupakan yang terakhir dalam menggunakan format 32 tim finalis. Untuk pergelaran final selanjutnya, FIFA telah menetapkan akan ada 48 tim finalis dimulai pada Piala Dunia 2026.

Tuan Rumah Qatar

Penetapan Qatar sebagai tuan rumah pada 2 Desember 2010 melalui voting 22 anggota Komite Eksekutif FIFA. Pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2022 dilakukan bersamaan dengan pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018. Karena Rusia terpilih menjadi tuan rumah tahun 2018, penawaran tuan rumah tahun 2022 hanya diikuti 5 negara non-UEFA. Qatar menyingkirkan 4 negara lain, yaitu Australia, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat dalam 4 putaran voting. Dalam voting terakhir Qatar memperoleh 14 suara, sedangkan AS hanya 8 suara.

Pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2022 merupakan pemilihan tuan rumah terakhir melalui voting 22 anggota Komite Eksekutif FIFA. Pemilhan tuan rumah selanjutnya dilakukan pada kongres tahunan FIFA yang diikuti oleh perwakilan dari seluruh asosiasi sepak bola tiap negara anggota FIFA.

Tuan Rumah Per Konfederasi

Pada Oktober 2007, FIFA memutuskan tidak melanjutkan kebijakan rotasi benua untuk pemilihan tuan rumah. Kebijakan baru adalah negara mana pun dapat mengajukan penawaran menjadi tuan rumah asalkan berada dalam konfederasi benua yang tidak menyelenggarakan salah satu dari dua Piala Dunia terakhir. Tuan rumah Piala Dunia berdasarkan konfederasi:

Trofi Piala Dunia

Trofi Piala Dunia saat ini merupakan tropi yang kedua. Trofi pertama bernama Jules Rimet. Sesuai aturan saat itu, pada 1970 trofi tersebut menjadi milik Brasil setelah menjadi juara yang ketiga kali. Trofi Jules Rimet dicuri pada 1983.
Sebagai pengganti trofi pertama, pada 1974 dibuat trofi kedua yang tidak dapat dimiliki oleh pemenang berikutnya. Di bagian bawah trofi terdapat tempat menuliskan nama juara hingga 2023. Trofi ini diberi nama Trofi Piala Dunia FIFA. Trofi asli disimpan di Museum Dunia Sepak Bola FIFA di Zurich, Swiss. Pemenang hanya mendapatkan replika terbuat dari perunggu berlapis emas.

Bola Piala Dunia

Bola yang digunakan dalam Piala Dunia berkembang dari waktu ke waktu seiring dengan kemajuan teknologi. Bola semakin ringan dan bulat dengan desain yang lebih rumit. Merancang sebuah bola dibutuhkan riset yang memakan banyak waktu dan biaya.

Sumber: FIFA, Historyofsoccer.info, UEFA, AFP