Memuat Halaman

Memuat Halaman

Ruang kreatif untuk mereka yang aktif memotret karya-karya para pekerja kreatif untuk memberikan stimulan positif di sektor UMKM. Geliat merek-merek lokal dan semangat kolaboratif anak negeri yang membanggakan diharapkan memampukan kita tetap bertahan di tengah situasi yang serba tidak pasti.

Kreasi Pilihan Kompas

MGKYM dari Rumahan sampai ke Buleleng Bali
Pandemi menghasilkan banyak usaha rumahan. Selain untuk menambah penghasilan juga banyak yang menjadikannya penghasilan utama.
KUNJUNGI
Siap improvisasi diri ”Atreyu”
Pameran virtual menjadi salah satu wahana bagi pekerja kreatif seperti illustrator atau seniman memarketingkan karya seninya.
KUNJUNGI
Gabung bersama kami!
Bagikan ide, gagasan, dan cerita tentang usaha yang kamu rintis. Usaha terpilih akan ditampilkan di rubrik Tutur Visual Kompas.id.
GABUNG SEKARANG

#JualBarangTeman

Adalah ajakan membantu memasarkan produk atau usaha rumahan rekan atau teman dengan memanfaatkan kanal media sosial (Instagram), dengan memposting produk dan menggunakan tagar #JualBarangTeman.
Syarat & Ketentuan
1
Unduh atribut edisi khusus UMKM Kompas di sini
2
Setelah mengunduh atribut tersebut akan tersimpan di galeri ponsel Anda
3
Siapkan foto produk yang akan Anda posting untuk dilengkapi dengan atribut yang telah diunduh. Agar lebih mudah, pilih foto berformat kotak(square).
4
Pastikan foto produk Anda memiliki resolusi yang baik
5
Bukalah aplikasi edit foto di ponsel untuk memasukkan atribut edisi khusus UMKM Kompas ke dalam foto produk Anda.
6
Unggah foto produk akhir di akun Instagram dan berikan penjelasan dalam takarir (caption) terkait dengan detail produk (deskripsi produk, harga, tempat penjualan produk, informasi menarik terkait dengan produk). Jangan lupa menyebut (mention) @hariankompas dan menyertakan tagar #TransformasiUMKM #JualBarangTeman.
7
Sebagai bentuk apresiasi, tim Harian Kompas akan memilih 5 pengirim karya dengan foto produk dan caption menarik. Masing-masing karya terpilih akan mendapatkan voucer belanja senilai Rp 500.000 dan merchandise 
Harian Kompas.
8
Pastikan akun Instagram Anda tidak dalam mode privat.
9
Periode pengiriman foto: 19 Oktober-26 Oktober 2020.
10
Pengumuman nama pemenang akan dipublikasikan di Harian Kompas edisi 3 November 2020.
11
Pihak Harian Kompas berhak menggunakan kiriman foto yang diterima untuk dipublikasikan kembali di lembar koran.
12
Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.

Kerabat Kerja

Produser : Tarrence K. Palar, Prasetyo Eko Prihananto, Septa Inigopatria | Designer & Pengembang : Dani Wijaya, Yulius Giann, Naomi Aryati Putri | Penyelaras Bahasa : FX Sukoto | Brand Communication : Aisyah Rofiatun Ilmani, Priyanto, Abigail Pinkan T. A, Putriyani Simbolon | Marketing Strategic : Putrianti Mungi Kurniasari | Media Sosial : Cecilia Gandes
Kembali ke halaman utama
MGKYM dari Rumahan sampai ke Buleleng Bali
Pandemi menghasilkan banyak usaha rumahan. Selain untuk menambah penghasilan juga banyak yang menjadikannya penghasilan utama.
Pilihan untuk pembeli semakin banyak, kreativitas menjadi salah satu kunci keberhasilan disamping kekuatan modal dan kegigihan pemilik usaha. Saat semakin banyak pedagang maka yang harus jadi pertimbangan penting adalah pembeli dan daya beli. Pedagang juga harus jadi pembeli usaha rumahan lainnya untuk memutar roda perekonomian.

Seperti yang dilakukan Glenn Marsalim, pekerja kreatif yang menjadikan gambar ayam jago dalam mangkok legendaris ini, bisa disulapnya menjadi produk fashion kreatif, seperti totebag dan scarf/selendang. Dan menjadi produk yang nge-hits di kalangan anak muda, bahkan totebag bergambar ayam jago tersebut dipakai dalam sebuah film.

Pemilik @MGKYM.shop sadar bahwa nostalgia tidak bisa selamanya dijual untuk masa depan. Glenn Marsalim pun berinovasi dengan menciptakan produk MGKYM lainnya dengan motif baru.

Mengintip cerita di balik layar desain MGKYM yang secara garis besar dibagi 3 hal:
  1. Klasik, yang menggunakan desain wastra Indonesia sebagai inspirasinya. Biasanya diluncurkan menjelang Ramadan & Lebaran.
  2. Indonesia, yang menggunakan kekayaan Indonesia untuk diterapkan dalam desain seperti Rempah dan lirik lagu Ibu Pertiwi. Biasanya diluncurkan bertepatan dengan perayaan 17 Agustus.
  3. Inovasi, desain dan teknik baru untuk merangkul pembeli yang menyukai eksplorasi dan keluar dari kebakuan.

Dalam situasi pandemi inipun Glenn tetap berjualan barang yang selama ini dijualnya, sambil berupaya memenuhi kebutuhan pandemi seperti masker, baju rumahan, outer, dll. Tentunya dengan melakukan kerjasama dengan beberapa usaha rumahan yang terdampak oleh pandemi seperti penjahit rumahan, penyulam, dll.

“Situasi yang menyulitkan semua ini tentu membawa kami untuk lebih banyak membantu sesama semampu kami” Ujarnya. “Dan pilihannya adalah program mitigasi Desa Tembok, Buleleng Bali yang diprakarsai oleh Kepala Desa Dewa Komang Yudi. Selain program yang sesuai dengan niat MGKYM saling bantu di rumah dan usahanya, juga karena perjalanan MGKYM tidak bisa dilepaskan dari pulau itu” tambah Glenn.

Cerita di atas mustinya perlu diteruskan kepada teman-teman yang saat ini sedang memikirkan usaha apa yang ingin mereka lakukan, memulai suatu hal yang baru atau bahkan bangkit kembali berdamai dengan situasi dan berharap ada peluang-peluang yang bisa membantu mereka lakukan untuk menggeliatkan UMKM di nusantara.

Kita yakin sesungguhnya bangsa kita memiliki kekuatannya sendiri, sebagai negara yang memiliki semangat gotong royong yang sudah tumbuh dan berakar di tanah Indonesia. Hal ini menyadarkan kita untuk berperan menyemangati teman, saudara atau rekan meski di situasi yang tidak pasti.
Kembali ke halaman utama
Siap improvisasi diri ”Atreyu”
Pameran virtual menjadi salah satu wahana bagi pekerja kreatif seperti illustrator atau seniman memarketingkan karya seninya. Cara-cara baru wajib ditempuh dan menjadi pekerjaan rumah untuk tetap bergerak dan berdamai dengan situasi pandemi.
Cerita yang dibagikan Atreyu Moniaga, seniman muda yang baru saja menyelesaikan sebuah buku mewarnai hasil berkolaborasi dengan penyanyi Amerika, Jewel sebagai bagian dari perilisan ulang album perdana Jewel edisi ulang tahun ke 25.

Atreyu juga mengembangkan AMP atau yang dikenal Atreyu Moniaga Project, yaitu sebuah komunitas seniman dan agency, AMP sendiri saat ini sedang berjalan seperti biasa, mengurus seniman-seniman di dalam management, dan mengerjakan beberapa proyek komisi.

Selama lebih dari 5 tahun, kami tahu betul bahwa selalu akan ada kejutan yang menegangkan dalam setiap proyek yang kami jalani, kami selalu merasa kami sudah siap, namun selalu terkejut. Sepertinya semua selalu teratasi dengan baik, mungkin karena kami sudah memegang mindset harus siap improvisasi tadi.

Dalam memarketingkan jasa yang AMP punya, yaitu dengan memaksimalkan hampir semua kanal yang ada. Namun berdasarkan pengalaman kami, masih belum ada yang bisa menggantikan interaksi langsung dengan calon klien (misalnya pada acara-acara sosialisasi)” cerita Atreyu.

Bahkan di situasi pandemi, Atreyu melakukan solo exhibition yang bertajuk “Confide”. Yaitu sebuah koleksi yang tadinya akan dipamerkan di art-market Jakarta yang akhirnya beralih wahana menjadi pameran online karena pandemic Covid-19.

Menurut Atreyu, saat ini semua UMKM sedang mati-matian berjuang untuk bisa bertahan dan tetap berjalan. “Saya justru melihat kegigihan-kegigihan yang belum pernah saya lihat sebelumnya dari kawan-kawan yang bergerak pada badan usaha kecil seperti AMP ini” ungkapnya.

Cerita di atas mustinya perlu diteruskan kepada teman-teman yang saat ini sedang memikirkan usaha apa yang ingin mereka lakukan, memulai suatu hal yang baru atau bahkan bangkit kembali berdamai dengan situasi dan berharap ada peluang-peluang yang bisa membantu mereka lakukan untuk menggeliatkan UMKM di nusantara.

Kita yakin sesungguhnya bangsa kita memiliki kekuatannya sendiri, sebagai negara yang memiliki semangat gotong royong yang sudah tumbuh dan berakar di tanah Indonesia. Hal ini menyadarkan kita untuk berperan menyemangati teman, saudara atau rekan meski di situasi yang tidak pasti.