Benteng Belanda

(Jejak) Belanda Tidak Hanya Ada di Jakarta!

Kekejaman kolonial Belanda menjadi ingatan kolektif rakyat Indonesia. Keberadaan benteng-benteng di Maluku, Jawa Tengah, dan Sumatera menjadi saksi sejati kekejaman pemburu kapital dan kuasa, sekaligus fakta bukan hanya orang Jakarta saja yang melihat Belanda dari dekat.

Foto: KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Foto ini diolah digital oleh Toto Sihono

Kekejaman kolonial Belanda menjadi ingatan kolektif rakyat Indonesia. Keberadaan benteng-benteng Belanda di Maluku, di pedalaman Mataram di Jawa Tengah, di Banten, hingga di Sumatera menjadi saksi bisu kekejaman Belanda. Faktanya, bukan hanya orang Jakarta yang melihat Belanda dari dekat.

Titik awal kekejaman Kompeni Belanda terjadi di Fort Oranje atau Malayu di Pulau Ternate, Maluku Utara. Kini, sosok Benteng Oranje itu masih dapat disaksikan dengan jelas di pusat Kota Ternate.

Pusat Dokumentasi Arsitektur (PDA) pun mencatat, benteng yang didirikan tahun 1607 itu menjadi ”ibu kota” Belanda di Nusantara. Ketika Pieter Both menjadi Gubernur Hindia Belanda yang membawahi wilayah dari Afrika Selatan hingga Nagasaki, Jepang, hampir sepertiga lingkar bola dunia dikendalikan dari Fort Oranje.

Anda Sudah Membaca Sebagian dari Konten Ini

Untuk dapat mengakses keseluruhan konten ini, Anda harus berlangganan salah satu paket di Gerai Kompas atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses

Kerabat Kerja

penulis
Iwan Santosa
fotografer
Heru Sri KumoroAntony LeeWawan H PrabowoFerganata I Riatmoko
Panorama 360
Pandu Lazuardy
animator
Novan Nugrahadi
paralaks
Toto Sihono
infografik
Septa Inigopatria
ilustrator
Reza Fikri Aulia
penyelaras bahasa
Hibar Himawan
designer & pengembang
Yulius GiannDeny Ramanda
produser
Prasetyo Eko PrihanantoHaryo Damardono