Siti Aisyah Menanti Lebih Panjang di Kajang
Siti Aisyah Menanti Lebih Panjang di Kajang

B eberapa menit selepas tengah hari pada Kamis (16/8/2018), hakim Azmi bin Ariffin memastikan Siti Aisyah harus ditahan berbulan-bulan lagi. Hakim Azmi menilai alat bukti dan saksi yang diajukan jaksa layak dan mendukung dakwaan yang dijatuhkan kepada warga Banten itu.

Karena itu, Siti dan pengacaranya diminta mempersiapkan pembelaan untuk meloloskan diri dari jeratan dakwaan sebagai pembunuh Kim Jong Nam. Sidang pembelaan direncanakan berlangsung mulai pertengahan November 2018 di Mahkamah Tinggi Shah Alam, Negara Bagian Selangor, Malaysia.

AP Photo

Siti Aisyah, dalam pengawalan ketat polisi yang bersenjata lengkap, saat tiba di Pengadilan Sepang, di Sepang Malaysia, Rabu (1/3/2017).

Tim pengacara Siti, dengan didampingi gugus tugas Kementerian Luar Negeri RI, memiliki waktu tiga bulan untuk menyusun pembelaan. Selama menanti tim pengacara menyusun pembelaan, Siti menunggu di penjara perempuan Kajang, Selangor.

Saat sidang nanti dimulai pada pertengahan November 2018, Siti sudah ditahan selama 1 tahun 8 bulan. Dalam hampir dua tahun terakhir itu, Siti telah tiga kali pindah tempat penahanan. Dalam hampir dua tahun ini pula, roda nasib Siti berputar 180 derajat. Dari pekerja yang bebas berpindah-pindah tempat kerja di Indonesia dan Malaysia, Siti menjadi terdakwa dalam pembunuhan yang menyedot perhatian internasional karena korbannya adalah kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Merantau

Antara 2009 dan 2010, Siti masuk Malaysia bersama suami, Gunawan Hasyim, setelah anak mereka, Rio Hasyim, lahir. Rio dititipkan ke orangtua Gunawan, pemilik usaha konfeksi di kawasan Tambora, Jakarta Barat. Siti pernah bekerja di tempat usaha tersebut.

Di Malaysia, Gunawan bekerja di restoran, sedangkan Siti bekerja di toko. Keluarga Siti dan Gunawan tidak mengetahui secara pasti tempat mereka bekerja. Kementerian Luar Negeri dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) juga tidak memiliki data mereka sebagai pekerja migran di Malaysia.

Belakangan, Gunawan dan Siti bercerai. Selepas itu, Siti beberapa kali pergi ke Jakarta. Ia sering bolak-balik ke Malaysia melalui Batam, Kepulauan Riau.

Kompas/Raditya Helabumi

Kondisi rumah yang digunakan untuk usaha konveksi di kawasan permukiman padat Gang Kacang RT 05/ RW 03 Jalan Angke Indah, Tambora, Jakarta Barat ini dahulu pernah ditinggali oleh Siti Aisyah, Jumat (17/2/2017). Siti Aisyah merupakan perempuan berpaspor Indonesia yang ditangkap polisi Malaysia atas dugaan keterlibatan pembunuhan pria Korea Utara bernama Kim Jong Nam di Bandara Internasional Kuala Lumpur Malaysia.

Di Batam, lokasi kerja terakhirnya adalah gerai pakaian dalam perempuan di lantai dasar sebuah pusat perbelanjaan. Siti tinggal di rumah kos dua lantai yang berjarak tidak sampai satu kilometer dari tempat kerjanya. Siti kerap berjalan kaki ke gerai tempat dia bekerja.

Teman-teman di tempat kerja dan tempat tinggalnya mengetahui Siti sering bepergian ke Malaysia. Namun, mereka tidak mengetahui bagaimana Siti bisa membiayai perjalanannya ke luar negeri.

Anda Sudah Membaca Sebagian dari Konten Ini

Untuk dapat mengakses keseluruhan konten ini, Anda harus berlangganan salah satu paket di Gerai Kompas atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses

Kerabat Kerja

penulis
Kris Razianto Mada
fotografer
Raditya HelabumiDwi Bayu Radius
infografik
Parlindungan Siregar
penyelaras bahasa
Yohanes Adi Wiyanto
designer & pengembang
Elga Yuda PranataYulius Giann
Produser
Haryo Damardono