Bandara Kertajati
    0 dari 0

    Gulung

    Bandara Kertajati
    Gerbang Indonesia di Jawa Barat

    Ketika roda pesawat Beechcraft King Air 350i milik Kementerian Perhubungan menyentuh landasan, akhir Maret lalu, satu lagi babak baru pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) terlewati.

    Pendaratan pertama di landas pacu bandara yang terletak di Kertajati, Majalengka, itu menjadi serangkaian pengujian kalibrasi instrumen alat navigasi menjelang pengoperasian bandara secara penuh. Saat bandara ini beroperasi, gerbang Indonesia pun terbuka di Jawa Barat.

    Saat Kompas berkunjung ke bandara, pertengahan Maret 2018 lalu, landas pacu sepanjang 2.500 meter dengan lebar 60 meter itu memang sudah siap untuk didarati. Ke depan, landas pacu itu akan diperpanjang menjadi 3.500 meter sehingga bisa didarati pesawat berbadan lebar, seperti Boeing 777.

    Sementara terlihat penyelesaian bangunan terminal penumpang terus dikebut. Para pekerja sibuk memasang berbagai macam peralatan yang akan digunakan untuk fasilitas penumpang, seperti eskalator, bangku, dan berbagai fasilitas lain. Menara kontrol lalu lintas udara (air traffic controller/ATC) sudah berdiri dan garbarata juga telah siap dilewati penumpang yang masuk atau keluar dari pesawat.


    Kembali ke
    Utama

    Terminal Penumpang
    Landasan
    Ruang Tunggu
    Lift
    Lift
    Pemeriksa Keamanan
    Pengambilan Koper
    Pintu Kedatangan
    Pintu Kedatangan
    ATM
    Tempat Makan
    Tempat Makan
    Tempat Makan
    Ruang Tunggu
    Ruang Tunggu
    Lift
    Lift
    Kamar Kecil
    Tempat Makan
    Ruang Tunggu Haji
    Ruang Tunggu Haji
    Ruang Check In
    Ruang Check In
    Ruang Exhibition
    Tempat Makan

    Terminal penumpang di bandara yang terletak sekitar 68 kilometer dari Bandung, Jawa Barat, ini diharapkan mampu menampung hingga jutaan penumpang per tahun. Total area bangunan terminal yang memiliki tiga lantai itu pada tahap pertama mencapai sekitar 100.000 meter persegi, yang dapat menampung hingga 5 juta penumpang per tahun.

    KOMPAS/PRIYOMBODO

    Aktivitas pekerja di proyek pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Senin (2/4/2018)

    Bangunan terminal itu memiliki atap unik berupa atap berbentuk jajaran 10 bulu merak. Desain tersebut, menurut Direktur Utama PT BIJB Virda Dimas Ekaputra, terinspirasi filosofi tarian merak Jawa Barat yang kerap digunakan untuk menyambut tamu.

    Proyek ini menghabiskan total anggaran sekitar Rp 3,64 triliun yang terbagi menjadi tiga infrastruktur utama. Konstruksi darat seperti terminal penumpang, infrastruktur dasar, dan bangunan pendukung dikerjakan oleh PT BIJB, dengan biaya sekitar Rp 2,6 triliun.

    Adapun konstruksi udara, berupa landasan, taxiway, dan apron, menjadi tanggung jawab Kementerian Perhubungan dengan dana sekitar Rp 853 miliar. Untuk ATC, yaitu menara ATC dan fasilitas pendukung navigasi, tanggung jawab pengerjaannya oleh AirNav Indonesia dengan dana Rp 189 miliar.

    Letak bandara yang diharapkan bisa mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2018 ini terbilang strategis. Untuk menuju bandara bisa lewat Tol Cikopo-Palimanan. Ke depan, ada Tol Cisumdawu sepanjang 60 kilometer yang menghubungkan daerah Cileunyi-Sumedang-Dawuan atau Tol Padaleunyi dengan Tol Palimanan-Kanci.

    Bandara dibangun di atas lahan seluas 1.800 hektar dan pembangunannya akan dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama, BIJB akan mengoperasikan satu landasan dengan kapasitas terminal 5 juta orang per tahun, kemudian bertahap hingga ke Ultimate dengan tiga landasan dan luas terminal mencapai 209.500 meter persegi, dengan kapasitas 29 juta penumpang per tahun pada 2036.

    Bandara ini nantinya juga terintegrasi dengan Kertajati Aerocity yang, menurut Virda, menjadi kawasan yang akan berfungsi sebagai koridor industri dan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi. Luas kawasan Aerocity mencapai 3.400 hektar, yang memiliki akses langsung ke sejumlah kawasan industri dan pengembangan kawasan Cirebon-Indramayu-Majalengka-Kuningan.

    Kerabat Kerja

    Penulis
    Abdullah Fikri AshriPrasetyo Eko Prihananto
    Infografik
    Maria Karina PutriGunawan KartapranataWinarso Nugroho
    Videografer
    Abdullah Fikri AshriSamuel Oktora
    Fotografer
    PriyombodoPrasetyo Eko Prihananto
    Penyunting Video
    Antonius Sunardi
    Desainer & Pengembang
    Rafni AmandaElga Yuda Pranata
    Penyelaras Bahasa
    Priskilia Bintang
    Produser
    Prasetyo Eko Prihananto