Suplemen, Gizi Seimbang,
dan Atlet

Suplemen,
Gizi Seimbang,dan Atlet

Atlet, orangtua atlet, dan pelatih adalah komunitas yang amat tanggap terhadap pentingnya zat gizi dalam peningkatan kualitas diri. Maka, sesungguhnya mereka berpotensiuntuk dijadikan agen perubahan dalam membentuk masyarakat Indonesia yang punya pola makan gizi seimbang—sebuah kebiasaan yang masih jauh dari harapan yang berdampak masih rendahnya tingkat kesehatan warga negeri ini.

Menjelang malam, awal pekan terakhir Desember 2017. Ruangan memanjang di lantai dua, salah satu sudut Stadion Akuatik dipenuhi para lelaki dan perempuan berbagai profesi, karyawan, pebisnis, guru, ibu rumah tangga. Kesamaan mereka yang berkumpul di salah satu arena dalam Gelanggang Olahraga Bung Karno, Senayan, Jakarta, itu, satu: putra-putri mereka adalah perenang pelajar beragam usia, dari tingkat sekolah dasar hingga SMA.

Duduk di kursi-kursi berbantalan busa yang lembab—agaknya bekas dipakai para perenang di tepi kolam, para orangtua tersebut antusias mengikuti sebuah lokakarya. Temanya tentang pengembangan atlet jangka panjang. Paradigma ini, yang dinamakan Long Term Athlete Development (LTAD), telah menjadi formulasi pembinaan olahraga global, dan telah luas diadopsi di negara-negara maju sejak awal abad ini.

a
KOMPAS/AGUS SUSANTO

Pelari 4 x 100 meter putra, Lalu Muhammad Zohri, dalam latihan pelatnas Asian Games 2018 di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Senin (19/3/2018). Atlet elite membutuhkan asupan makanan berkualitas untuk memenuhi kebutuhan bertanding dan latihan kerasnya.

LTAD pada dasarnya adalah metode pembinaan olahraga secara bertahap, mengikuti perkembangan fisiologis, psikologis, dan kognitif seseorang sejak anak-anak. Alih-alih hanya menekankan pada program latihan fisik dan teknik, LTAD juga amat memperhatikan aspek kehidupan harian atlet seperti gizi, pola istirahat, dan aktivitas lainnya.

Pembicara dalam seminar itu tokoh penting dalam samudra renang Indonesia. Dia adalah lelaki Perancis tinggi, kurus, berwajah tirus. David Armandoni nama lelaki itu. Dia adalah pelatih para perenang pelatnas Indonesia sejak beberapa tahun silam.

Pada satu penggalan ceramah, Armandoni membuat para bapak dan ibu peserta seminar itu tertawa. Yang pasti karena penyampaian Armandoni yang ringan dan lucu. Mungkin juga tawa itu merupakan ungkapan reflektif sebagian orang tua, memperoleh pencerahan dan tips berguna.

Armandoni mengisahkan, dalam beberapa kesempatan mengikuti para perenang Indonesia berlomba, dia terkejut melihat bekal yang dibawa oleh atlet-atlet tersebut. Mereka begitu banyak membawa suplemen: vitamin, mineral, dan lainnya dalam bentuk pil, cairan, dan sebagainya. Dan begitu beragam.

Karbohidrat, protein, lemak, air, vitamin, dan mineral tidak boleh kurang ditelan jika tak ingin selalu kalah.

”Kamu sedang sakit?” ujar Armandoni mengulangi pertanyaannya kepada salah satu atlet ketika itu. Tentu jawabannya tidak. Suplemen menjadi bagian rezim asupan tak terpisahkan bagi banyak atlet.

Kelompok ini umumnya memahami, kualitas hidup dan prestasi juga sangat ditentukan oleh terpenuhinya seluruh komponen gizi.

Kisah itu mengungkapkan sebuah kesamaan, sekaligus jurang perbedaan, di dalam komunitas olahraga hampir di semua tempat termasuk Indonesia. Kesamaannya adalah pelatih, atlet, orangtua atlet, terapis,industri suplemen, para pakar dari berbagai bidang keolahragaan adalah satu kelompok masyarakat yang amat sadar dan sangat mementingkan asupan berkualitas dalam setiap aktivitas harian mereka.

Hitung Jumlah Kebutuhan Kalori Anda

Berat badan tidak boleh kosong
Tinggi badan tidak boleh kosong
Usia tidak boleh kosong
Jumlah minum susu minimal 0

00

Ini adalah jumlah kalori minimal yang tubuh anda butuhkan setiap harinya.

00

Ini adalah jumlah kalori yang harus anda punya untuk menjalankan kegiatan anda.

00

Ini adalah jumlah kalori yang anda dapatkan dari makanan.

00

00

a
a

Kelompok ini umumnya memahami, kualitas hidup dan prestasi juga sangat ditentukan oleh terpenuhinya seluruh komponen gizi. Karbohidrat, protein, lemak, air, vitamin, dan mineral tidak boleh kurang ditelan jika tak ingin kalahan. Perbedaannya ada pada detail. Pada sumber asupan gizi tersebut, seperti halnya (tetapi tidak terbatas) pada vitamin dan mineral.

Adalah kebetulan sejarah yang amat menguntungkan dunia olahraga ketika penemuan, kajian, dan perkembangan pengetahuan tentang vitamin dimulai 1912, sudah seabad silam. Di kurun-kurun itu pula, belasan tahun setelah Olimpiade modern digelar pada 1896, olahraga prestasi terus bergerak mengukuhkan posisinya dalam interaksi antarbangsa.

a
KOMPAS/PRIYOMBODO

Pelatih angkat besi Dirja Wiharja (kanan) setiap pagi dan sore mempersiapkan suplemen bagi para lifter yang berlatih di Olympic Center, Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (11/1/2017).

Pasca-Perang Dunia I, olahraga prestasi menjadi instrumen penyembuh luka permusuhan. Menjelang Perang Dunia II yang dimotori Nazi Jerman, olahraga prestasi digunakan sebagai simbol keunggulan sebuah bangsa.

Memasuki era Perang Dingin, olahraga menjadi media negara-negara blok Barat dan Timur untuk memastikan tersedianya SDM berkualitas untuk memenangi ”perang” militer, ekonomi, dan budaya.

Negara-negara baru yang bermunculan pasca 1945 juga berlomba memanfaatkan olahraga untuk mengangkat harkat mereka agar sejajar dengan bekas penjajahnya.

Peran olahraga yang kian penting dan luas itu juga berkonsekuensi pada semakin pentingnya penajaman prestasi olahraga. Sejalan beriringan, penemuan dan pemahaman baru tentang vitamin sebagai zat pemelihara kesehatan makin berkembang. Vitamin sendiri adalah zat organik yang digunakan oleh tubuh kita, antara lain untuk membantu dan memperlancar proses metabolisme.

Maka, upaya peningkatan prestasi olahraga memperoleh satu senjata baru untuk digunakan: vitamin. Bisa dibilang, komunitas pertama yang langsung memanfaatkan setiap penemuan-penemuan dan pengetahuan baru tentang vitamin adalah masyarakat olahraga, di samping komunitas medis tentu saja.

mengetahui khasiat

Anda Sudah Membaca Sebagian dari Konten Ini

Untuk dapat mengakses keseluruhan konten ini, Anda harus berlangganan salah satu paket di Gerai Kompas atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses

Kerabat Kerja

penulis
Yunas Santhani Azis
fotografer
Agus SutantoPriyombodoHeru Sri KumoroWisnu WidiantoroWawan H PrabowoHendra A SetyawanEPA/Lawrence Looi
infografik
Dimas Tri Adiyanto
penyelaras bahasa
Hibar Himawan
designer & pengembang
Vandi VicarioDeny RamandaAnnisa OctavianaMiftahul Awali Rizkina
produser
Prasetyo Eko PrihanantoHaryo DamardonoDahono Fitriyanto