Logo KompasJakarta, 1945 hingga kini

Daftar Gubernur

Jakarta,
1945 hingga kini

Tahun ini, Kota Jakarta genap 490 tahun. Sejak kemerdekaan RI, tercatat 16 gubernur mengukir perjalanan Ibu Kota. Perjalanan sejak dipimpin Gubernur Suwirjo hingga Djarot Saiful Hidayat kami hadirkan di sini. Selanjutnya, saatnya duet Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menakhodai Ibu Kota. Selamat membaca.
SUWIRJO
Gubernur I
SUWIRJO
Lahir
Pracimantoro, Wonogiri, 17 Februari 1903
Masa Jabatan
Wali Kota Jakarta, 29 September 1945 - 21 Juli 1947
Wali Kota Jakarta Raya, 30 Maret 1950 - 2 Mei 1951

Suwirjo mengambil alih pemerintahan kota setelah Proklamasi Kemerdekaan dan menjabat Wali Kota Jakarta (1945-1947) dan Wali Kota Jakarta Raya (1950-1951). Ia membantu menyiapkan upacara pengumuman Proklamasi Kemerdekaan RI di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta.

Pada masa peralihan pemerintahan Kota Jakarta dari Jepang ke Indonesia, 7 September 1945, Suwirjo ditunjuk sebagai pemimpin pemerintah kota dengan Bagindo Dahlan Abdullah sebagai wakil dan Suratno Sastroamidjojo sebagai sekretaris. Presiden Soekarno kemudian mengangkat Suwirjo sebagai Wali Kota Jakarta pada 29 September 1945.
Suwiryo Menghadap Presiden Soekarno
Foto : Dari Buku "KARYA JAYA"
Suwiryo menghadap Presiden Soekarno di Istana Merdeka, 5 Juni 1950.
Pelantikan Suwiryo
Foto : Dari Buku "KARYA JAYA"
Upacara pelantikan Suwiryo menjadi wali kota pertama Jakarta oleh Menteri Dalam Negeri Anak Agung Gede Agung, 29 Maret 1950.
Sejumlah program unggulan semasa pemerintahan Suwirjo.
icon
Membenahi persoalan pemakaian tanah yang melanggar hukum.
icon
Jawatan Pekerjaan Umum diminta untuk membuat Rencana Dasar Kota agar pemerintah kota dapat mengambil tindakan yang diperlukan.
icon
Mengatur lokasi orang bisa mendirikan rumah, pasar, fasilitas umum, dan sebagainya.
Daan Jahja
Gubernur II
Daan Jahja
Lahir
Padang Panjang, 5 Januari 1925
Masa Jabatan
1948 - 1950

Daan Jahja adalah Gubernur Militer Jakarta pada awal 1948 hingga 1950. Jabatan tersebut disandangnya pada usia 25 tahun dan berpangkat letnan kolonel TNI. Daan Jahja merupakan Angkatan ’45 yang pernah berjuang dalam menumpas aksi Kapten Westerling yang akan merebut kekuasaan negara karena tidak menerima penyerahan kedaulatan Indonesia oleh Belanda pada 27 Desember 1949.

Saat menjabat Gubernur Militer Jakarta, ia menghadapi banyak persoalan dalam masyarakat Jakarta, seperti berbagai masalah administrasi dalam proses pengembalian pemerintahan Jakarta kepada pola keindonesiaannya. Akan tetapi, sebagai administrator, Daan Jahja berhasil menyelesaikan berbagai masalah tersebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Daan Jahja juga pernah menjadi redaktur pimpinan surat kabar nasional ketika berusia 23 tahun. Saat itu, ia memiliki bawahan 40 wartawan yang beberapa dari mereka berusia lebih tua.

daan
Ipphos
Pada 13 Mei 1950 Carlos Romulo, Ketua Dewan PBB/Menteri Luar Negeri Filipina, tiba di Jakarta. Carlos Romulo dan GM Daan Jahja memeriksa pasukan kehormatan.
Sjamsuridjal
Gubernur III
Sjamsuridjal
Lahir
Karanganyar, Jawa Tengah, 11 Oktober 1903
Masa Jabatan
27 Juni 1951 - 1 November 1953

Sebelum menjabat Wali Kota Jakarta Raya, Sjamsuridjal pernah menjadi Wali Kota Bandung pada September 1945 dan Wali Kota Surakarta pada awal 1947. Dalam pidato pelantikannya, Sjamsuridjal ingin membangun Jakarta menjadi kota yang indah dan ternama. Terdapat tiga program kerja yang diutamakan selama ia menjabat, antara lain pembagian aliran listrik, penambahan air minum, dan urusan pertanahan.

syamsurizal
Dari Buku "KARYA JAYA"
Suasana penyumpahan Wali Kota Sjamsuridjal oleh Menteri Dalam Negeri Iskaq Tjokroadisurjo di Balai Kota, 29 Juni 1951.
syamsurizal
Dari Buku "KARYA JAYA"
Sejumlah proyek yang diprakarsai semasa pemerintahan Samsuridjal
icon
Pembangunan pusat tenaga listrik di Ancol.
icon
Pembangunan ”waterzuivering” atau tempat penjernihan air di Pejompongan.
icon
Pembangunan perumahan rakyat di Bendungan Hilir, Karet, Pasar Baru, dan Jembatan Duren yang dapat menampung 33.000 orang.
icon
Pembangunan dua rumah sakit di Jalan Balikpapan dan Tanjung Priok.
Sjamsuridjal
Gubernur IV
Sudiro
Lahir
Yogyakarta, 24 April 1911
Masa Jabatan
Wali Kota Jakarta Raya, 1 November 1953 - 25 Februari 1958
Kepala Daerah Tingkat I Kota Praja Jakarta Raya, 25 Februari 1958 - 6 Februari 1960

Sudiro aktif dalam sejumlah organisasi, seperti Jong Java, Indonesia Muda dan Kepanduan Bangsa Indonesia, pemimpin Barisan Pelopor, Komite Nasional Indonesia Pusat, dan Wakil Pemimpin Umum Barisan Banteng. Ia juga pernah menjadi Wakil Residen Surakarta selama setahun, Residen Koordinator Solo-Madiun, Semarang-Pati. Setelah pengakuan kedaulatan RI, Sudiro menjadi Residen Madiun dan Gubernur Provinsi Sulawesi (1951-1953).

Sudiro merupakan tokoh yang memprakarsai pembentukan rukun tetangga (RT) dan rukun kampung (RK) dengan mengumpulkan lebih dari 3.000 pemuka masyarakat untuk melakukan musyawarah selama tiga hari.

Sudiro
Istimewa
Sudiro
Istimewa
Beberapa proyek yang dikerjakan semasa pemerintahan Sudiro
icon
Waduk Pluit.
icon
Jalan Raya Tanjung Priok ke Cililitan (Jakarta Bypass).
icon
Perumahan anggota DPR di Grogol.
icon
Persiapan pembangunan Masjid Istiqlal dan Hotel Indonesia.
Soemarno Sosroatmodjo
Gubernur V
Soemarno Sosroatmodjo
Lahir
Rambipuji, Jawa Timur, 24 April 1911
Masa Jabatan
4 Februari 1960 - 26 Agustus 1964

Brigjen (dr) H Soemarno Sosroatmodjo menjabat ketika status Kota Praja Jakarta Raya berubah menjadi daerah tingkat I dengan kepala daerah berpangkat gubernur. Kemudian, berdasarkan UU No 10 Tahun 1964, Jakarta ditetapkan menjadi ibu kota negara Indonesia. Hal ini berdampak pada pembangunan kota yang cenderung menuju arah kota metropolitan. Masa pemerintahan Soemarno lebih difokuskan pada tertib bersih lingkungan tempat tinggal, kesehatan, dan perluasan lapangan kerja.

soemarno
Kompas/JB Suratno
Dua mantan kepala DKI Jakarta, Sudiro dan Soemarno Sosroatmodjo, berfoto bersama tepat berusia 70 tahun. Pemda DKI memprakarsai penyelenggaraan peringatan ulang tahun mereka. Mantan Gubernur Ali Sadikin (hanya tampak punggungnya) mencium Ny Soemarno. Ny Nany Sadikin menjabat hangat Soemarno. Tampak pula tertawa gembira Sudiro dan istri (kiri).
soemarno
Antara
Mantan Gubernur DKI Jaya pada Dies Natalis Ke-29 Universitas Airlangga.
Proyek Kompleks Olahraga di Senayan
Sejumlah proyek yang berjalan semasa pemerintahan Soemarno
icon
Pembangunan kompleks olah raga di Senayan untuk menyambut Asian Games IV di Jakarta tahun 1962.
icon
Kerja bakti menyapu jalan dan membersihkan selokan yang dilaksanakan setiap hari Minggu.
icon
Renovasi sejumlah pasar, antara lain Pasar Cikini, Pasar Senen, Pasar Tebet, Pasar Blok M, dan Pasar Grogol.
icon
Mendirikan sejumlah PT yang dijalankan atas kerja sama pemerintahan daerah dengan pihak swasta, seperti PT Bank Pembangunan Daerah (perbankan), PT Pembangunan Jaya (kontraktor real estat, industri, dan rekreasi), PT Surya Jaya dan PT Sinar Jaya (penerbitan dan pemberitaan), PT Terigu Jaya dan Yayasan Kebutuhan Pokok Jakarta (pangan).
Hendrik Joel Hermanus Ngantung
Gubernur VI
Hendrik Joel Hermanus Ngantung
Lahir
Bogor, 1 Maret 1927
Masa Jabatan
22 Oktober 1964 - 15 Juli 1965

Sejak usia remaja, pria yang lebih dikenal dengan nama Henk Ngantung ini sudah memilih profesi sebagai tukang gambar dan mengadakan pameran lukisan pada usia 15 tahun atas dorongan kepala sekolahnya, E Katoppo. Henk diminta mempercantik kota Jakarta sesuai dengan bakat seninya. Usaha pertama dalam rangka keindahan kota adalah dengan meletakkan ”kuali-kuali” berisikan tanaman dan bunga di sebagian Jalan MH Thamrin.

Saat masih menjabat wakil kepala daerah di era Gubernur Soemarno, Henk telah merancang sebuah kompleks rekreasi dan budaya, Taman Bhinneka Tunggal Ika, di Ragunan, Pasar Minggu, yang kemudian menjadi Taman Margasatwa. Sayangnya, proyek ini tidak berjalan karena adanya pemindahan Kebun Binatang Cikini (sekarang Taman Ismail Marzuki) ke Ragunan.

Ngantung
Istimewa
Gubernur DKI Soemarno (kiri) disumpah menurut agama Islam dan wakilnya, Henk Ngantung (tengah), diambil sumpahnya menurut agama Protestan.
Ngantung
Istimewa
Wakil Kepala Daerah Henk Ngantung, Ny Soenarno, Kepala Daerah Soenarno, kepala daerah yang lama Soediro, dan Ny Henk Ngantung.
Tugu Bangsa Indonesia Menyambut Hari Depannya (Tugu Selamat Datang).
Sejumlah proyek pembangunan semasa pemerintahan Henk Ngantung
icon
Taman Ismail Marzuki.
icon
Tugu Bangsa Indonesia Menyambut Hari Depannya (Tugu Selamat Datang).
icon
Tugu Pembebasan Irian Barat.
Ali Sadikin
Gubernur VII
Ali Sadikin
Lahir
Sumedang, 7 Juli 1927
Masa Jabatan
28 April 1966 - 5 Juli 1977

Ali Sadikin merupakan salah satu gubernur DKI Jakarta yang menciptakan sangat banyak gebrakan. Sejak dilantik Presiden Soekarno di Istana Negara tahun 1966, Ali Sadikin segera bergegas memperbaiki masalah-masalah klasik di Ibu Kota. Tidak hanya menyentuh masalah kurangnya rumah sakit, sampah, air minum, dan pengangguran, tetapi juga sarana transportasi dan hiburan bagi masyarakat.

Ali
Kompas/Pat Hendranto
Mendagri Amirmachmud (kiri) pada 14 Februari 1972 pagi melantik Ali Sadikin sebagai Gubernur DCI Djaya. Tampak Gubernur Ali Sadikin sedang membubuhkan tanda tangan pada surat ketetapan pengangkatannya. Ali Sadikin menjadi kepala daerah pertama ditetapkan setelah pemilihan umum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ali
Kompas/Kartono Ryadi
Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin keluar sebagai juara pada lomba balap gokar khusus pejabat pada 18 Februari 1973 di Sirkuit Ancol.
Sejumlah proyek yang berhasil dijalankan semasa pemerintahan Ali Sadikin
icon
Pembagian Jakarta menjadi 5 kota madya, yaitu Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.
icon
Peresmian tempat rekreasi Bina Ria Ancol tahun 1968, yang merupakan bagian dari Proyek Ancol seluas 552 hektar.
icon
Pembukaan Djakarta Fair pertama di kawasan Monumen Nasional (Monas) tahun 1968.
icon
Peresmian Taman Ismail Marzuki tahun 1968.
icon
Sejumlah sarana olahraga, seperti Jakarta Bowling Centre (1970), Lapangan Tembak Senayan (1971), dan Lapangan Pacuan Kuda Pulo Mas (1971).
icon
Peresmian Terminal Bus Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, tahun 1967. Selain itu, pemda juga membangun sekitar 50 halte bus.
icon
Peresmian Terminal Blok M, Kebayoran Baru, tahun 1968.
icon
Pembangunan terminal oplet di Jatinegara dan beroperasi tahun 1968.
icon
Terminal Jakarta Kota tahun 1969.
icon
Terminal Tanjung Priok tahun 1969.
icon
Pasar Melawai Blok M, Kebayoran Baru, tahun 1968.
icon
Pasar Jatinegara tahun 1969.
icon
Pasar Grogol tahun 1969.
icon
Pusat Pertokoan Glodok Building tahun 1971.
icon
Peresmian Pasar Induk Cipinang tahap pertama tahun 1974.
icon
Penetapan kawasan industri di Pulogadung seluas 500 hektar tahun 1969.
icon
Rumah Sakit Kanker di Jalan S Parman, Slipi, tahun 1970.
Tjokropranolo
Gubernur VIII
Tjokropranolo
Lahir
Temanggung, 21 Mei 1924
Masa Jabatan
11 Juli 1977 - 29 September 1982

Tjokropranolo mengatakan, masalah terbesar dalam pembangunan Jakarta Raya adalah mengatasi kemiskinan lahir batin. Cara membenahinya, dengan membangun kota Jakarta yang religius sosialistis.

Pada 29 Agustus 1977, Tjokropranolo meresmikan kembali beroperasinya angkutan kereta api kota Jabotabek. Sudah hampir 20 tahun kereta api/trem kota tidak beroperasi di Jakarta. Sebanyak 24 kereta rel diesel (KRD) dan 20 kereta rel listrik (KRL) dioperasikan setiap hari pukul 05.30-19.00, dengan jadwal pemberangkatan setiap 15 menit. Tarifnya Rp 50 per orang.

Selain itu, dua badan pengelola bus mini, PT Metro Mini dan Kopaja (Koperasi Angkutan Jakarta), diresmikan beroperasi pada Sabtu, 8 April 1978. Berdasarkan SK gubernur, pada masa itu satu-satunya perusahaan yang diizinkan mengelola perusahaan angkutan bus mini hanyalah PT Metro Mini. Perusahaan ini dibentuk oleh Pemda DKI, yang merupakan wadah resmi pengusaha mikrobus perseorangan yang umumnya bermodal lemah.

Gubernur Tjokropranolo juga mengatakan, kereta api bawah tanah, metro, merupakan jawaban yang paling sesuai dalam menghadapi kepadatan lalu lintas di Jakarta. Sayangnya, persentase air tanah di kota Jakarta terlalu tinggi dan biayanya sangat tinggi.

tjokropranolo
Kompas/JB Suratno
Menteri Dalam Negeri Amirmachmud atas nama Presiden (atas) mengambil sumpah Tjokropranolo sebagai Gubernur DKI Jakarta, 29 September 1977. Mantan Gubernur Ali Sadikin memberikan ucapan selamat kepada Tjokropranolo (bawah).
tjokropranolo
Kompas/Dedy Pristiwanto
Kota Jakarta, Jumat (19/1/1979), tergenang setelah hujan pada malam sebelumnya. Tampak banjir (dari kiri atas) di Jalan Thamrin bundaran air mancur; seorang bayi diungsikan oleh Satgas Banjir di Kompleks Hankam, Slipi; air yang menggenangi daerah sekitar Kompleks Hankam; tumpukan sampah di Kali Sentiong yang dijadikan tempat pembuangan sampah mengakibatkan meluapnya air; penduduk yang mengungsi di daerah Palmerah Selatan. (Dari kiri bawah) Suasana di sebuah rumah di Jalan Pondok Karya, Kebayoran Baru, ketika penghuni akan mengungsi; ruangan bawah tanah Sekretariat DPR tempat arsip dan perpustakaan tergenang air setinggi 1 meter; Gubernur Tjokropranolo mendorong oplet yang mogok untuk melancarkan arus lalu lintas di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, yang macet total selama sekitar 2 jam; dua kendaraan terjebak akibat banjir di daerah Slipi.
Beberapa program yang dilaksanakan semasa pemerintahan Tjokropranolo
icon
Angkutan kereta api kota Jabotabek
icon
Pengoperasian angkutan metromini dan kopaja.
icon
Perkampungan industri kecil di kawasan Penggilingan, Cakung.
icon
Stadion Mini Lebak Bulus.
R Soeprapto
Gubernur IX
R Soeprapto
Lahir
Solo, 12 Agustus 1924
Masa Jabatan
29 September 1982 - 6 Oktober 1987

Memulai karier di dunia militer melalui Pembela Tanah Air (Peta), Soeprapto menjabat Gubernur DKI Jakarta setelah dilantik Mendagri tahun 1987. Pada awal masa jabatannya, Soeprapto fokus pada usaha pendisiplinan aparat pemda dan masyarakat Jakarta. Selain itu, tidak lupa ia juga memberikan gagasan inovatif terkait masalah sampah, hiburan bagi masyarakat, pelestarian budaya Betawi, dan juga manajemen transportasi publik.

soeprapto
Kompas/JB Suratno
Menteri Dalam Negeri Amirmachmud menyematkan tanda jabatan kepada Gubernur DKI yang baru, R Soeprapto, yang menggantikan Tjokropranolo. Upacara pelantikan tersebut berlangsung di Balai Sidang Senayan, Rabu (29/9/1982).
soeprapto
Ipphos
Gubernur DKI Jaya R Soeprapto mendapat penjelasan ketika menyaksikan ekspose masalah Manajemen Lalu Lintas dan Transportasi yang diperagakan di Balai Kota oleh Philips Development Corporation.
Sejumlah proyek yang digalakkan semasa pemerintahan Soeprapto
icon
Peresmian Taman Buaya Pluit di Taman Tirta Pluit, Jakarta Utara, tahun 1983. Terdapat sedikitnya 500 buaya di taman tersebut.
icon
Pengoperasian bus jumbo tingkat milik PN Pengangkutan Penumpang Djakarta (PN PPD) dengan rute Cililitan-Harmoni-Lapangan Banteng. Bus ini berkapasitas 176 penumpang, lebih banyak dibandingkan bus tingkat sebelumnya yang hanya dapat menampung 106 orang.
icon
Peresmian rumah susun sewa di Angke. Bangunan dengan empat lantai ini mampu menampung 252 keluarga.
icon
Peresmian Instalasi Air Minum Polugadung II tahun 1987. Instalasi ini mampu memproduksi 4.000 liter air per detik.
Wiyogo Atmodarminto
Gubernur X
Wiyogo Atmodarminto
Lahir
Yogyakarta, 22 November 1926
Masa Jabatan
6 Oktober 1987 - 6 Oktober 1992

Wiyogo merupakan lulusan Akmil tahun 1948 di Yogyakarta dan menjadi salah satu pelaku sejarah peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta. Ia pun pernah bertugas di Tokyo tahun 1983-1987 sebagai duta besar. Selama kepemimpinan Letjen (Purn) Wiyogo Atmodarminto, ada kebijakan yang membuatnya dikenal publik: program Jakarta yang bersih, manusiawi, dan berwibawa (BMW). Slogan tersebut antara lain bertujuan ”mengembalikan citra” aparat Pemda DKI Jakarta menjadi aparat yang bersih, manusiawi, dan berwibawa.

Wiyogo melarang becak beroperasi di Ibu Kota sejak 31 Desember 1990. Hal ini tertuang dalam SK Gubernur DKI Jakarta No 1424 Tahun 1988 tentang Program Penyelesaian Masalah Becak dan Petunjuk Pelaksanaannya di DKI Jakarta. Saat itu ada sekitar 30.000 becak. Bekas penarik becak kemudian dialihkan profesinya menjadi tukang sayur. Sebagai pengganti becak, juga disiapkan 14.623 bajaj, 1.750 bemo, dan 600 mikrolet. Toyoko, kendaraan sejenis bajaj, akhirnya dipastikan beroperasi resmi di Jakarta sekitar Mei 1991.

wiyogo
Kompas/JB Suratno
Wiyogo Atmodarminto saat dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta periode 1987-1992, Selasa, 6 Oktober 1987, di ruang sidang DPRD DKI, menggantikan R Soeprapto.
wiyogo
Kompas/Chris Pudjiastuti
Gubernur DKI Wiyogo Atmodarminto Meninjau Warung Sayur
Sejumlah program pembangunan semasa pemerintahan Wiyogo Atmodarminto
icon
Sistem pemerintahan manajemen terbuka dengan komputerisasi sehingga masyarakat bisa ikut mengawasi
icon
Pembangunan arena Pekan Raya Jakarta di Kemayoran dimulai di bekas Bandara Kemayoran.
icon
Pelarangan becak beroperasi di Ibu Kota sejak 31 Desember 1990 (SK Gubernur DKI Jakarta No 1424 Tahun 1988).
icon
Pengujicobaan kawasan pembatasan jumlah penumpang minimal tiga orang di Jalan Sudirman-Jalan MH Thamrin-Jalan Merdeka Barat (Harmoni) dan Jalan Gatot Subroto-Jalan S Parman
Surjadi Soedirdja
Gubernur XI
Surjadi Soedirdja
Lahir
Jakarta, 11 Oktober 1938
Masa Jabatan
6 Oktober 1992 - 6 Oktober 1997

Mayjen TNI Surjadi Soedirdja dipilih Presiden Soeharto memegang jabatan Gubernur DKI Jakarta tahun 1992. Terdapat empat masalah yang menjadi prioritas, yakni masalah lalu lintas termasuk pemenuhan angkutan umum yang baik, masalah permukiman kumuh, penanganan sektor informal, serta sikap berani melawan proyek dari pemerintah pusat yang kerap tumpang tindih dengan rencana pemprov. Sejumlah prestasi dicapai ketika Surjadi menjabat, seperti Piala Adipura yang diraih kelima kota madya di DKI Jakarta, umur harapan hidup meningkat, juga naiknya pendapatan per kapita warga.

surjadi
Ipphos
Wagub Pemerintahan, M Basofi Soedirman beramah tamah dengan Pangdam Jaya Mayjen TNI Soerjadi Soedirdja seusai membuka diskusi Bela Negara di Balai Agung. Diskusi ini berlangsung selama 2 hari, diikuti 200 orang dari unsur oganisasi masyarakat, organisasi sosial, menwa, dan alumni menwa se-DKI Jakarta, Selasa (20/2).
surjadi
Kompas/Eddy Hasby
Menteri Kehutanan Djamaludin Soeryohadikoesoemo (kanan) dan Gubernur DKI Jakarta Surjadi Soedirdja didampingi Kasdam Jaya Brigjen TNI Sutiyoso (tidak nampak dalam gambar) hari Jumat (2/2/1196) memeriksa kayu-kayu ilegal di Cilincing, Jakarta Utara.
Sejumlah proyek semasa pemerintahan Surjadi Soedirdja
icon
Peresmian Teater Dalam Gang Tuti Indra Malaon tahun 1993
icon
Menggalakkan Program Kali Bersih (Prokasih).
icon
Gagasan mengganti tembok-tembok deung di sepanjang Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin menjadi pagar pepohonan.
icon
Komitmen menghadirkan paru-paru kota, contohnya penataan Taman Medan Merdeka selama masa pemerintahan Surjadi Soedirdja.
Sutiyoso
Gubernur XII
Sutiyoso
Lahir
Semarang, 6 Desember 1944
Masa Jabatan
6 Oktober 1997 - 7 Oktober 2007

Pria yang akrab disapa Bang Yos ini masuk Akademi Militer Nasional (AMN) Magelang tahun 1968. Karier militernya tergolong hebat. Ia pernah menduduki sejumlah jabatan, antara lain Wadan Kopassus (1987) dan Panglima Kodam Jaya periode 1996-1997. Setelah menjadi Gubernur DKI Jakarta, pada 10 Juni 2015 ia ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Kepada Badan Intelijen Negara.

sutiyoso
ANTARA
Gubernur DKI Sutiyoso memberikan keterangan di depan anggota DPR dalam raker di Jakarta, Rabu (3/12). Raker menyoroti mengenai reklamasi pantai di pantura.
sutiyoso
Kompas/Caesar Alexey
Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso (kiri) bersalaman dengan mantan Wakil Presiden Try Sutrisno (kanan) sesaat sebelum mencalonkan diri sebagai calon presiden, Senin (1/10/2007), di Hotel Four Seasons, Jakarta Selatan. Sutiyoso mencalonkan diri sebagai calon presiden independen dan menunggu partai-partai politik yang ada untuk mencalonkannya.
Sejumlah proyek semasa pemerintahan Sutiyoso
icon
Taman Semanggi.
icon
Pemancangan tiang pertama monorel pada 14 Juni 2004 di median Jalan Asia Afrika.
icon
Penutupan lokalisasi Kramattunggak seluas 14 hektar yang dibangun tahun 1970-an.
icon
Meluncurkan bus transjakarta jurusan Blok M-Stasiun Kota.
Fauzi Bowo
Gubernur XIII
Fauzi Bowo
Lahir
Jakarta, 10 April 1948
Masa Jabatan
7 Oktober 2007 - 7 Oktober 2012

Sebelum menjabat gubernur, sejak tahun 1978 Fauzi Bowo mulai meniti karier di dunia birokrasi sebagai staf Gubernur DKI Jakarta. Semasa menjabat, sejumlah program untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di Ibu Kota menjadi prioritasnya. Terdapat lima program utama Fauzi terkait hal itu, antara lain meneruskan rangkaian pembangunan sistem transportasi massal cepat (MRT), jaringan kereta api lingkar luar Jakarta, pembangunan jalan layang Bandengan dan Tubagus Angke, serta optimalisasi bus transjakarta. Beberapa programnya bahkan masih berjalan hingga kini.

fauzi
Kompas/Wisnu Widiantoro
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menjenguk pasien demam berdarah dengue (DBD) dan diare di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2009). Sejak awal tahun hingga kemarin, sebanyak 909 pasien diare dan 2.940 pasien DBD dirawat di sejumlah rumah sakit di Jakarta.
fauzi
Kompas/Riza Fathoni
Jalan Layang Kampung Melayu-Tanah Abang Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo didampingi Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Pristono (kanan) dan Kepala Dinas PU DKI Ery Basworo (tengah) meninjau proyek jalan layang nontol Kampung Melayu-Tanah Abang di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (3/6/2012). Proyek pembangunan ini memakan biaya Rp 840 miliar dan diprediksi akan rampung pada akhir tahun 2012.
Sejumlah proyek yang digalakkan semasa pemerintahan Fauzi Bowo
icon
Peresmian KRL Ciliwung Blue Line sebagai kereta yang mengelilingi stasiun-stasiun kecil dalam kota tahun 2007.
icon
Tiga kelurahan (Untung Jawa, Pari, Tidung) di Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan mulai menikmati listrik sejak pemasangan kabel bawah laut PLN tahun 2008. Kabel ini sepanjang 42 kilometer dengan voltase tegangan 20 kV dan daya 5 megawatt.
icon
Peluncuran sistem transaksi elektronik dalam ”e-government” untuk menekan korupsi dalam pelelangan dan pelaksanaan proyek-proyek pemerintah.
icon
Penyediaan jalur sepeda dari Taman Ayodya hingga Blok M sejauh 1,5 kilometer.
icon
Memperbanyak jadwal hari bebas kendaraan bermotor yang awalnya hanya digelar pada minggu kedua dan keempat menjadi empat kali dalam sebulan sejak tahun 2012.
Joko Widodo
Gubernur XIV
Joko Widodo
Lahir
Solo, 21 Juni 1961
Masa Jabatan
15 Oktober 2012 - 2 Oktober 2014

Sejak awal pemerintahannya, Gubernur Joko Widodo dan wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama, serius membenahi birokrasi di jajarannya. Warga Jakarta melihat bagaimana gubernur yang akrab dipanggil Jokowi ini rajin blusukan untuk mengetahui persoalan warga. Ia juga melakukan inspeksi ke kantor-kantor pemerintahan di bawahnya untuk memastikan pelayanan publik dijalankan dengan baik. Jokowi hendak memberi contoh kepada bawahannya, seperti itulah yang seharusnya dilakukan aparat pemerintah melayani publik.

Pada 15 Mei 2014, pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla menggelar deklarasi di Gedung Joang 45, Jakarta Pusat, sebagai calon presiden dan wakil presiden. Pasangan ini diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Nasional Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Hati Nurani Rakyat. Keempat partai ini menguasai 207 dari total 560 kursi DPR. Pasangan ini berhasil memenangi Pemilu 2014. Pada 2 Oktober 2014, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyampaikan surat pengunduran dirinya sebagai gubernur dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta yang digelar di Gedung DPRD DKI Jakarta.

jokowi
Kompas/Lasti Kurnia
Gubernur DKI Joko Widodo beserta Ny Iriana Joko Widodo dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama memberi selamat seusai melantik 415 lurah dan camat peserta seleksi dan promosi jabatan atau lelang jabatan di Balai Kota, Jakarta, Kamis (27/6/2013). Joko Widodo berpesan kepada para camat dan lurah agar selalu menjaga amanat dalam bekerja sebagai pejabat publik.
jokowi
Kompas/Wisnu Widiantoro
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat menengok penataan dan relokasi pedagang kaki lima di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2013). Hampir setiap hari, Jokowi datang ke Tanah Abang untuk memastikan persiapan dan perbaikan kawasan berjalan dengan baik.
Sejumlah program yang dilaksanakan semasa jabatan Jokowi
icon
Melanjutkan dan meresmikan proyek MRT
icon
Kartu Jakarta Sehat.
icon
Kartu Jakarta Pintar.
icon
Revitalisasi bantaran sungai.
icon
Penataan PKL di Tanah Abang dengan memindahkan ke kios Blok G.
icon
Transparansi pemerintahan dengan mengunggah video rapat ke media sosial.
icon
Reformasi pemerintahan dengan lelang jabatan.
Basuki Tjahaja Purnama
Gubernur XV
Basuki Tjahaja Purnama
Lahir
Belitung, 29 Juni 1966
Masa Jabatan
19 November 2014 - 23 Mei 2017

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok resmi menjabat Gubernur DKI Jakarta sejak 19 November 2014, menggantikan Joko Widodo yang terpilih sebagai Presiden RI. Masa jabatannya dipenuhi banyak pembenahan masalah Ibu Kota di berbagai bidang. Selain perombakan jabatan struktural, Ahok juga fokus dalam membenahi masalah transportasi, banjir, mengembangkan Jakarta Smart City, dan menghadirkan banyak ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA). Ia tidak dapat menyelesaikan tugasnya hingga akhir masa jabatannya karena terjegal kasus penodaan agama sehingga divonis 2 tahun penjara.

basuki
Kompas/Priyombodo
Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersiap memasuki proyek sodetan Kali Ciliwung ke Kanal Timur di kawasan Kebon Nanas, Jakarta Timur, Selasa (18/11/2014). Pada kesempatan tersebut Basuki blusukan ke sejumlah proyek antisipasi banjir.
basuki
Kompas/Priyombodo
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyalami warga saat menghadiri puncak perayaan Lebaran Betawi 2014 di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Minggu (14/9/2014). Lebaran Betawi yang menampilkan berbagai kesenian dan kuliner khas Betawi itu menjadi ajang silaturahim masyarakat Betawi dan juga masyarakat Jakarta.
Simpang Susun Semanggi
Sejumlah proyek yang digalakkan semasa pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama
icon
Perombakan pejabat struktural dengan mengurangi jabatan struktural dari 8.011 posisi menjadi 6.468 jabatan.
icon
Menghadirkan Jakarta Smart City. Warga dapat memberikan laporan permasalahan yang ada melalui Qlue dan SwaKita.
icon
Perekrutan pekerja penanganan sarana dan prasarana umum, pasukan hijau, dan pasukan biru.
icon
Penambahan unit-unit armada bus transjakarta. Ketika jumlah bus masih sekitar 850 unit, Ahok menilai idealnya DKI memiliki 1.300 unit.
icon
Pembangunan proyek transportasi massal cepat (MRT) dan kereta ringan (LRT).
icon
Proyek sodetan Sungai Ciliwung ke Kanal Timur dan normalisasi sejumlah sungai.
icon
Pembatasan sepeda motor di ruas Jalan MH Thamrin hingga Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, sejak akhir 2014.
icon
Mengganti kebijakan ”3 in 1” dengan kebijakan pelat nomor ganjil-genap untuk kendaraan roda empat atau lebih sejak 27 Juli 2016.
icon
Membangun RPTRA di banyak lokasi di DKI Jakarta. Tahun 2017 ditargetkan sudah ada 300 unit.
icon
Pembangunan Simpang Susun Semanggi di sekeliling Jembatan Semanggi. Simpang susun yang diproyeksikan dapat mengurangi kemacetan hingga 30 persen ini beroperasi sejak 18 Agustus 2017.
icon
Pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang ditargetkan sebanyak 23 menara.
icon
Pembangunan reklamasi Teluk Jakarta.
Djarot Saiful Hidayat
Gubernur XVI
Djarot Saiful Hidayat
Lahir
Magelang, 6 Juli 1962
Masa Jabatan
15 Juni 2017 - 15 Oktober 2017

Dalam sejarah DKI Jakarta, gubernur periode 2012-2017 untuk pertama kali dijabat oleh tiga gubernur. Pada 2014, Jokowi terpilih menjadi Presiden RI. Posisinya sebagai gubernur digantikan Ahok. Ahok kemudian memilih Djarot untuk mendampinginya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Namun, Ahok mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta setelah putusan pengadilan yang menyatakan dirinya bersalah dalam kasus penodaan agama. Djarot pun menjadi Plt Gubernur DKI Jakarta sebelum akhirnya dilantik menjadi gubernur pada 15 Juni 2017.

Masa jabatan Djarot akan segera berakhir. Djarot akan melepas jabatannya pada 15 Oktober 2017. Ia pun menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Tahun 2012-2017 dalam rapat paripurna yang digelar DPRD DKI Jakarta, Rabu (13/9) sore. Dalam pidatonya, Djarot mewakili Jokowi dan Ahok mengucapkan terima kasih di hadapan anggota DPRD DKI Jakarta, pejabat Provinsi DKI Jakarta, PNS, dan seluruh peserta rapat paripurna yang hadir. Djarot tercatat sebagai Gubernur DKI Jakarta dengan masa jabatan paling singkat, hanya empat bulan.

djarot
Kompas/Wisnu Widiantoro
Presiden Joko widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memberi ucapan selamat kepada Djarot Saiful Hidayat seusai dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/6/2017). Djarot menggantikan Basuki Tjahaja Purnama yang mengundurkan diri.
djarot
Kompas/Madina Nusrat
Warga memenuhi gerai sayur-mayur dan bumbu masak yang disediakan oleh PD Pasar Jaya, pasar murah jelang Lebaran, di Gelanggang Olahraga Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (2/7/2015). Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat (mengenakan kemeja batik) turut hadir dan memantau aktivitas warga berbelanja di pasar murah itu.
Jalan Layang Busway Koridor 13
Beberapa program yang dikerjakan semasa pemerintahan Djarot
icon
Penyelesaian proyek pembangunan beberapa RPTRA.
icon
Pengelolaan RPTRA dalam bentuk raperda.
icon
Revitalisasi Taman Ismail Marzuki.
icon
Pembangunan Masjid Al Mubarokah di RPTRA Kalijodo.
icon
Penertiban kolong Tol Sedyatmo untuk taman dan tempat parkir.
icon
Menyelesaikan beberapa proyek pembangunan rusun.
Anies Baswedan
Gubernur XVII
Anies Baswedan
Lahir
Kuningan, 7 Mei 1969
Masa Jabatan
16 oktober 2017 - ...
anies
Kompas/Wisnu Widiantoro
Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana mengucapkan selamat kepada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Periode 2017-2022 Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang telah dilantik di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/10/2017).

Kerabat Kerja

Editor
Gesit AriyantoJohnny TG
Penulis & Litbang
R Albertus Krisna PratamaEren Marsyukrilla
Fotografer
JB SuratnoPat HendrantoKartono RyadiDedy PristiwantoChris PudjiastutiEddy HasbyCaesar AlexeyWisnu WidiantoroRiza FathoniLasti KurniaWisnu WidiantoroPriyombodoMadina NusratA Tomy Trinugroho
Pengolah Foto & Animator
Toto Sihono
Infografik
GunawanIsmawadiAndri
Ilustrator
Maria Karina PutriPandu Lazuardy Patriari
Desainer & Pengembang
Yosep Wihelmus NabuElga yuda Pranata