Logo KompasPerang Melawan Narkoba

Perang Melawan
Narkoba

Perdagangan gelap narkotika sudah lama menjadi perhatian utama aparat penegak hukum di seluruh dunia. Perjuangan dan perang melawan narkotika terus diserukan karena ancamannya makin serius bagi kehidupan bangsa-bangsa di dunia.

Gembong narkoba yang ”legendaris” di antaranya Pablo Escobar. Pendiri dan bos kartel Medellin di Kolombia yang memiliki ”negara di dalam negara” itu diburu penegak hukum Amerika Serikat. Sekitar 80 persen narkotika, terutama kokain, yang beredar di AS berasal dari Medellin.

“ Mereka menyuap pejabat pemerintah dengan uang hasil penjualan narkotika dan tidak segan-segan membunuh orang yang menghalang-halangi kegiatan mereka. ”

Kartel narkotika Escobar memiliki ”kerajaan” sendiri di Medellin, barat laut Bogota, lengkap dengan pengawal dan senjata. Mereka bahkan menyuap pejabat pemerintah dengan uang hasil penjualan narkotika dan tidak segan-segan membunuh orang yang menghalang-halangi kegiatan mereka. Kelompok ini bukan lagi sekadar memiliki usaha di atas tanah sendiri, melainkan telah menjadi ”negara di dalam negara” dengan membangun jalan dan gedung di Medellin. Mereka beroperasi tidak hanya di Kolombia dan di AS, tetapi juga di Bahama, Turki, Pulau Caicos, Panama, dan Kuba.

Pablo Escobar Gaviria pernah ditangkap, tetapi kemudian meloloskan diri.

Sejak itu Amerika Serikat menghabiskan ratusan juta dollar AS untuk menangkap Pablo Escobar. AS mengerahkan pasukan khusus SEAL Team Six, Delta Force, dan Centra Spike, bahkan melatih polisi khusus Kolombia, Search Bloc. Enam belas bulan setelah melarikan diri, Pablo Escobar akhirnya tewas ditembak pada 2 Desember 1993 oleh anggota Kepolisian Nasional Kolombia.

Ganja

Juli 1975 - Ganja dan candu dijual bebas di pasar. Pembelinya kebanyakan turis hipppies. ( KOMPAS/RUMHARDJONO )

Ganja

Agustus 1975 - Tiga setengah kilogram ganja jenis lempengan yang berhasil disita. Di tengah adalah bambu berlubang sebagai alat pengisap. (KOMPAS/MAX MARGONO)

Narkotika, khususnya opium, memang telah menjadi komoditas dagang sejak seribu tahun silam. Sindikat perdagangan narkotika telah menjadi ”suatu kerajaan di bawah tanah” dengan kekuasaan dan dasar politik multinasional. Perdagangan gelap narkotika melibatkan pelaku yang tak terhitung banyaknya, terorganisasi dalam sistem atau jaringan ekonomi masyarakat dan pribadi. Bisnis ini pun memiliki pembagian kerja yang jelas, sistem produksi serta distribusi domestik dan multinasional.

“ Sindikat perdagangan narkotika telah menjadi ”suatu kerajaan di bawah tanah” dengan kekuasaan dan dasar politik multinasional. ”

Sindikat narkotika memiliki perilaku, nilai, dan norma yang kompleks. Selain itu, kelompok ini memiliki hubungan dengan pejabat-pejabat pemerintah sejumlah negara, terutama mereka yang bisa disuap dengan uang jutaan dollar, demi kelancaran bisnis mereka.

Begitu juga di AS, ada kelompok bernama La Cosa Nostra dan Mafia Sicilia, yang didirikan di AS selama tahun 1930-an oleh imigran Italia. Mafia Sicilia tidak bergantung pada La Cosa Nostra, tetapi kedua kelompok ini bekerja sama dan saling memengaruhi. Kedua organisasi ini terlibat dalam kejahatan terorganisasi, di samping perdagangan narkotika. Keduanya bekerja sama dan hidup berdampingan dengan sindikat narkotika dari Asia dan Kolombia yang berbisnis di AS.

Ada pula Kelompok Jamaika. Sekitar 40 kelompok penjahat terorganisasi Jamaika ini beroperasi di AS, Kanada, Inggris, dan Karibia. Mariyuana dan kokain merupakan komoditas utama yang disuplai Kelompok Jamaika dan telah menjadikan mereka sebagai pedagang narkotika yang besar sejak pertengahan tahun 1980-an.

Kelompok-kelompok ini memiliki mobilitas tinggi dan kuat satu sama lain, mendekati dan menyuap pejabat-pejabat penegak hukum. Kelompok ini telah mengembangkan jaringan kerja sama dengan kelompok-kelompok jalanan Kolombia, Kuba, Pantai Barat, dan pemain lainnya dalam perdagangan narkotika. Di beberapa negara Amerika Latin lainnya, seperti Peru, Bolivia, Honduras, dan Kosta Rika, narkotika juga jadi masalah besar.

Perdagangan gelap narkotika ini diakui sangat sulit diawasi. Sistem perdagangan gelap narkotika sangat canggih dan kompleks, dekat dengan institusi politik dan ekonomi, baik tingkat nasional maupun multinasional.

Anda Sudah Membaca Sebagian dari Konten Ini

Untuk dapat mengakses keseluruhan konten ini, Anda harus berlangganan salah satu paket di Gerai Kompas atau login jika sudah berlangganan. Bagi pengguna baru, daftar dan dapatkan akses bebas ke semua Berita Bebas Akses

Kerabat Kerja

Penulis
Adhitya RamadhanLaraswati Ariadne AnwarMadina NusratM. IksanNina SusiloWindoro Adi TamtomoWisnu Aji Dewabrata
Editor
Robert Adhi Kusumaputra
Penyelaras Bahasa
Hibar Himawan
Infografik
Andri
Fotografer
Abdullah Fikri AshriAndrian FajriansyahBahana Patria GuptaHarry SusiloHendra A SetyawanHerpin Dewanto PutroHeru Sri KumoroJimmy WpMax MargonoNikson SinagaRiza FathoniRobert Adhi KusumaputraRumhardjonoPriyombodo
Desainer dan Pengembang
Deny RamandaRafni AmandaYosep Wihelmus Nabu